Search

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

7 Mei 2011

Patung Sigale-gale Dari Sumatra

Pertunjukan tarian boneka Sigale-gale sudah sangat langka. Jumlah boneka Sigale-gale pun konon tinggal beberapa saja. Tidak gampang membuatnya. Ada kepercayaan di masyarakat Batak bahwa pembuat boneka Sigale-gale harus menyerahkan jiwanya pada boneka kayu buatannya itu agar si boneka bisa bergerak seperti hidup. Bagaimana pertunjukan mistis ini bisa sampai melekat dalam masyarakat Batak?

Untunglah sampai hari ini Sigale-gale belum punah sama sekali. Masih ada beberapa sisa patung yang dipahat puluhan tahun silam. Kita masih bisa menyaksikan sisa-sisa kemunculannya meski sangat jarang. Jika mau menonton langsung pertunjukan tradisional dari Tanah Batak itu, pergilah ke Samosir.

Kabarnya ada empat tempat yang dapat mempertontonkannya di sana. Dua di antaranya yang mudah dijangkau adalah tempat wisata Tomok dan Museum Hutabolon Simanindo. Pengunjung dapat memesan langsung pertunjukan Sigale-gale dengan bayaran tertentu. Pengunjung yang ingin menontonnya pun tidak dibatasi dari jumlah dan usia.

Terkadang dua tiga orang yang tertarik, seperti turis mancanegara, dapat meminta kepada pengusaha pertunjukan untuk segera memainkannya dengan iringan musikal gondang Batak dan delapan sampai sepuluh penari pengiringnya.

4 Mei 2011

Indonesia Menuju Negara Gagal?

Indonesia sebagai failed state (negara gagal) menjadi topik perbincangan paling hangat dalam dua tahun terakhir ini.

Di Google, bila kita ketik "Indonesia negara gagal", hanya dalam tempo 30 detik akan muncul lebih dari 1 juta topik. Memang banyak forum digelar, dan ratusan artikel ditulis para ahli, untuk mengupas nasib negeri kita yang terindikasi sebagai negara gagal.

Forum Lintas Agama dan Forum Rektor PTN dan PTS di kampus Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun (4/2/2011), menyatakan ciri-ciri negara gagal antara lain, merosotnya pelayanan publik dan delegitimasi peran negara. Di Indonesia saat ini, 17 gubernur dan 157 bupati/walikota terindikasikan melakukan korupsi. Ironisnya, tersangka masih dilantik menjadi kepala daerah, lalu masih bisa melantik bawahannya di penjara. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menambahkan, tingkat kehidupan bangsa Indonesia kini sudah mendekati taraf keterpurukan dan sedikit lagi masuk dalam kategori failed state (negara gagal).

Habibie Mengukir Sejarah Telekomunikasi

Tidak saja mengukir sejarah industri pesawat terbang Indonesia, namun mantan Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang diganti menjadi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga dianggap telah mengukir sejarah telekomunikasi Indonesia.

Mantan Presiden Republik Indonesia, BJ Habibie diundang dalam acara “Pengukuhan 100 Juta Pelanggan Telkomsel” di Ballroom 3 Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (26/4/2011).

Dalam sejarah telekomunikasi Indonesia, BJ Habibie pantas turut diukir namanya. Sekitar 16 tahun yang lalu, sambungan selular pertama dilakukan dari Batam oleh mantan wakil presiden di era Orde Baru itu.

2 Mei 2011

Ambarawa; Negeri Khayalan Candi Gedong Songo

Ambarawa sebuah kota kecil yang terletak di jalur lintasan antara kota Bawen dan Muntilan di Jawa Tengah. Mungkin, kota-kota kecil tersebut tak terlalu akrab bagi masyarakat yang tinggal di luar kota Semarang atau Yogyakarta. Kota Bawen memang kota kecil. Kota ini merupakan persimpangan jalur kendaraan dari Semarang menuju Salatiga atau Magelang. Nah, bila kita berkendaraan dari Semarang menuju Magelang, setelah Bawen kita akan melewati Ambarawa.

Sedikit cerita tentang kota berhawa sejuk ini. Ada legenda yang melatarinya, yakni legenda Rawapening. Rawa ini memang terbentang amat luasnya. Rawa inilah yang menjadi sebab mengapa kota ini bernama Ambarawa, yang artinya rawa yang luas (amba=luas; bhs. Jawa). Dan, sampai saat ini Rawapening tersebut pun masih ada.

26 Apr 2011

Wartawan Legendaris Indonesia Rosihan Anwar

Layak jika orang menjuluki Rosihan Anwar adalah tokoh besar jurnalisme yang tumbuh di negeri ini. Dia adalah wartawan sejati. Tiga perempat hidupnya dihabiskan di dunia jurnalistik. Bahkan sebelum ia dipanggil Tuhan di usia 89 tahun pada hari Kamis 14 April 2011 lalu, Rosihan masih tetap melakukan kegiatan menulis kendati dia sudah sering bolak-balik ke rumah sakit karena gangguan jantung.

Pengalamannya sebagai wartawan sangat luar biasa. Rosihan Anwar adalah wartawan yang melintasi beberapa zaman. Dari masa penjajahan Jepang, pemerintahan Soekarno, Soeharto, masa reformasi hingga saat ini. Pada awal 1940-an, Rosihan merintis karier sebagai reporter Asia Raya. Dimulai di surat kabar Asia Raya, ia kemudian mendirikan majalah Siasat, juga koran Pedoman. Dia juga pengajar wartawan.

Ketika Agresi Belanda (Clash) ke-II berkecamuk, sebagai wartawan Pedoman, ia ikut sibuk di Yogyakarta, ibu kota Republik waktu itu. Di masa Kemerdekaan, selama enam tahun sejak 1968, ia sempat menjabat Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Ketika kedudukannya digantikan oleh Harmoko (Menteri Penerangan di era Presiden Soeharto), Rosihan menjadi Ketua Pembina PWI Pusat. Sejak itu pula ia banyak menerima ajakan memberikan ceramah dan menjadi penatar berbagai Karya Latihan Wartawan (KLW).

21 Apr 2011

Jawa Purba Bercerita

Manusia. Penghuni paling tangguh di muka bumi. Saat dinosaurus punah ditelan zaman, manusia bertahan. Spesies lain boleh kalah dilumat iklim, manusia cukup piawai beradaptasi. Alam dan waktu berubah, manusia tetaplah manusia. Populasinya terus tumbuh, membuat dunia kian sesak.

Berakhirnya periode zaman es, penyebaran manusia yang luas telah mengubah Tanah Jawa yang sunyi. Ketika itulah hidup dan berkembang biak manusia pertama di Nusantara. Dunia arkeologi menyebut, Phitecantropus Erectus si manusia berjalan tegak. Atap tengkoraknya ditemukan dokter muda asal Belanda, Eugene Dubois di Desa Trinil, Jawa Tengah.

Hasil pelacakan membuktikan fosil manusia purba ini berusia lebih dari 1,5 juta tahun. Perdebatan panjang teori evolusi Charles Darwin yang kontroversial kembali meruyak. Memantik pendapat banyak kalangan yang menganggap bentuk pertama manusia adalah kera. Phitecantropus Erectus dianggap missing link bagian yang raib dari tahapan evolusi.

19 Apr 2011

Sejarah Indonesia (Bag I)

 Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah oleh "Manusia Jawa" pada masa sekitar 500.000 tahun yang lalu. Periode dalam sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: era pra kolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; era kolonial, suknya
orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; era kemerdekaan, pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966–1998); serta era reformasi yang berlangsung sampai sekarang.

Prasejarah

Secara geologi, wilayah Indonesia modern muncul kira-kira sekitar masa Pleistocene ketika masih terhubung dengan Asia Daratan. Pemukim pertama wilayah tersebut yang diketahui adalah manusia Jawa pada masa sekitar 500.000 tahun lalu. Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es.

Belanda Ungkap Sejarah Indonesia yang Terpendam

Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda yang pertama kali pada tanggal 9 Oktober  2010 untuk kunjungan kenegaraan atas undangan Ratu Belanda Beatrix. Sejak dua masa pemerintahan itu, menurut Teuku Faizasyah (Juru Bicara Kepresidenan Bidang Hubungan Luar Negeri), bermakna penting untuk menghilangkan beban sejarah, sekaligus menandai kedewasaan hubungan kedua negara (Jakarta, Berita SuaraMedia).

Faiza mengakui dalam Berita SuaraMedia bahwa hubungan bilateral Indonesia dengan bekas penjajahnya itu sampai saat ini terganjal secara psikologis karena realitas sejarah yang dipandang berbeda oleh kedua pihak.
Namun, Indonesia-Belanda telah lama berupaya mempererat hubungan dengan menyamakan cara pandang. Ditandai dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Bot pada perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2005.

Bernard Bot juga telah menyampaikan pengakuan secara de facto atas kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Pengakuan tersebut telah diperkuat dengan adanya dokumen tertulis yang telah ditandatangani oleh Presiden Yudhoyono dan pemerintah Belanda pada Oktober 2010 silam. Dokumen itu berisikan tentang pengakuan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Ini akan menyudahi berpuluh tahun pengingkaran Belanda yang hanya mengakui penyerahan kedaulatan kepada Indonesia di Istana Dam, Amsterdam, pada 27 Desember 1949 setelah pelaksanaan Konferensi Meja Bundar.